Memahami “Employability”

Perubahan bisnis yang sangat cepat menuntut organisasi memiliki kemampuan beradaptasi yang tinggi untuk mampu  mengimbanginya. Karyawan sebagai human capital pun dituntut untuk memiliki kemampuan berubah yang tinggi agar selalu seiring dengan perubahan jaman. Di tengah pengaruh krisis global yang juga berdampak terhadap bisnis sekarang ini, tentunya akan terlihat kualitas individu dalam menyikapi situasi ini. Di lain sisi, orang melihat kondisi krisis menjadi peluang yang baik sekali dalam meningkatkan Employability Skills. Dr. Jacquelyn P. Robinson, dalam bukunya “What Are Employability Skills?” menyebutkan Employability Skills adalah keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan untuk mendapatkan, mempertahankan dan menjalankan dengan baik sebuah pekerjaan di mana keterampilan, sikap dan perilaku ada di dalamnya yang membantu karyawan untuk bekerjasama dengan rekan kerja maupun atasannya serta mampu beradaptasi dengan perubahan tuntutan pekerjaan.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Roffey Park Management Institute menyebutkan bahwa employability terbentuk dari gabungan antara pengalaman, track record, dan kemampuan utama, termasuk di dalamnya adalah fleksibilitas, kreativitas, change management, team-work, serta keinginan untuk terus belajar. Beberapa karyawan membentuk employability-nya melalui peningkatan pelatihan, networking, dan mengerjakan tugas yang sulit.

General Electric (GE) menjadi salah satu perusahaan yang sadar betapa pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam menjalankan organisasi. Crotonville Learning Center (pusat pelatihan GE) menjadi satu wadah di mana proses employability dikembangkan dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Tidak hanya keahlian teknis tetapi mencakup juga keahlian kepemimpinan dan personal qualities.

Di grafik perkembangan bisnis yang sedang penuh tantangan, menjadi kesempatan yang sangat baik untuk setiap karyawan memberi waktu dalam meningkakan kemampuan masing-masing, terlebih kemampuan teknis yang akan mendukung dalam melakukan pekerjaan. Membuka diri dan pikiran untuk menumbuhkan keinginan belajar dan meningkatkan kualitas diri. Ingat, di luar sana, banyak orang-orang yang lebih dulu mengembangkan dan meningkatkan kemampuan mereka agar siap dan terpakai dalam bursa kerja. Kita sebagai karyawan jangan hanya berpuas diri untuk kemampuan kita saat ini. Terus, dan terus meningkatkan employability.

Tak lupa, saya mengucapkan Selamat Natal bagi yang merayakan dan Selamat Tahun Baru bagi semuanya. Marilah kita bersama-sama menyosong tahun baru ini dengan semangat dan keinginan untuk yang lebih baik.

http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur-mind.html?start=18

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Anindya Bakrie: Berbisnis dengan Inovasi dan Doa

Bisnis Grup Bakrie di sektor telematika dan penyiaran pada awalnya sempat berjalan tertatih-tatih. ANTV, salah satu perusahaan di usaha konglomerasi ini bahkan sempat terjatuh dalam arus utang dan nyaris pailit sehingga terpaksa masuk program penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Perusahaan lain yakni PT Bakrie Telecom juga bernasib mirip.

Anindya_BakrieNamun, sejak Anindya Novyan Bakrie duduk sebagai direktur utama PT Bakrie Telecom dan juga komisaris utama ANTV, kinerja perusahaan berangsur membaik.

Kepada Bisnis, pria penyuka ilmu sejarah tersebut menuturkan tentang kiat bisnisnya serta keputusan-keputusan sulit yang harus diambilnya. Berikut petikan wawancaranya:

Banyak perusahaan yang tergabung dalam Grup Bakrie merugi namun ketika Anda tangani Kinerja perusahaan tersebut langsung meroket, sebut saja ANTV, Bakrie Telecom. Strategi apa yang Anda lakukan?

Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari proses yang telah berjalan selama 15 tahun terakhir setelah krisis 1997.

Grup Bakrie telah berkiprah 69 tahun dan telah mengalami jatuh bangun. Seperti halnya Indonesia, dari 1997 sampai sekarang, Indonesia telah melalui proses ekonomi dan politik khususnya melalui serangkaian demokratisasi, deregulasi perekonomian dan desentralisasi. Grup Bakrie pun mengalami hal serupa, kami telah melalui proses transformasi, profesionalisasi, kaderisasi dan internasionalisasi. Pada generasi kedua dan ketiga kami telah mulai melakukan institusionalisasi atau profesionalisasi kewirausahaan. Ini juga merupakan bagian dari strategi tersebut.

Perlu diingat bahwa kaderisasi yang saya maksud di sini bukan kaderisasi perusahaan keluarga ala tradisional, lebih berdasarkan profesionalisme.

Apa keputusan tersulit yang pernah Anda ambil ketika menjadi pemimpin?

Mengambil keputusan sulit selalu dihadapi setiap pemimpin, kuncinya adalah bagaimana melakukan yang terbaik dan bertanggung jawab terhadap hasil. Yang paling berbahaya adalah ketika pemimpin yang mendelegasikan semua tugasnya dan ketika sesuatu tidak berjalan lancar, dia tidak mengambil tanggung jawab tersebut.

Saya memiliki banyak pengalaman di mana saya harus mengambil keputusan yang sulit salah satunya adalah ketika ANTV harus memasuki PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). Dengan melalui proses ini bukan berarti bahwa perusahaan akan ditutup tapi kami harus mengadakan negosiasi dengan seluruh kreditur di pengadilan niaga. Hasilnya hanya ada dua pilihan, disetujui atau tidak.

Jika tidak ya, berarti bangkrut atau likuidasi. Ini merupakan sebuah keputusan besar, walaupun kami yakin tetapi risikonya juga besar. Dalam proses ini, pertanggungjawaban kita diuji. Mengajukan hal ini ke Pengadilan Niaga berarti kita serius untuk melakukan restrukturisasi dan menempati janji. Bukan melihat ke belakang, mencari reasoning dan excuses tapi mencari results dan accountability ini adalah landasan kepercayaan. Alhamdulilah, perusahaan menjadi sehat.

Menurut Anda apa kunci dari kebangkitan ANTV?

Sama seperti unit bisnis lain, saya selalu menerapkan prinsip 4 P yaitu purpose, passion, professionalism dan pray. Penerapan prinsip Purpose atau tujuan hampir sama di setiap perusahaan,  apapun yang kita lakukan harus jelas maksud visi dan misi. Tidak hanya sekadar mencari untung.

Dalam kasus ANTV, purpose-nya adalah untuk memberikan hiburan dengan penyajian yang berkelas internasional, pada Bakrie Telecom, purpose-nya adalah agar warga Indonesia bisa menelepon dan mengirim SMS tanpa terbebani.

Kedua adalah Passion atau kecintaan dalam melalukan seluruh kegiatan bisnis. Kita harus memiliki passion dalam membangun sesuatu. Industri yang kami bangun merupakan real sector yang value added dan ini tentunya membutuhkan passion. Ketiga, profesionalisme itu penting. Sebagai pemimpin kita harus menyadari apa kekuatan dan kelemahan kita dan kemudian membentuk tim untuk memperkuat perusahaan serta memberikan otoritas yang akuntabel kepada mereka. Dan yang terakhir ketika semuanya sudah dilakukan, ya berdoa saja.

Dalam keadaan sulit, bagaimana Anda membangkitkan motivasi manajemen, staf dan karyawan?

Membangkitkan motivasi penting dalam membalikkan keadaan. Kita harus mampu menjelaskan pada mereka mengenai purpose dan passion karena jika hanya membicarakan keuangan hal ini tidak akan terlalu memotivasi. Purpose dan passion harus mengena, harus sampai ke individu.

Kedua, pemimpin harus memberi contoh. Saya salah satu orang yang memberikan contoh untuk bekerja keras. Saya yakin segala sesuatu tidak ada yang instan, tidak ada shortcut, kita harus work hard dan work smart. Ketiga, memberikan insentif yang disejajarkan dengan kemampuan perusahaan [aligning interest].

Selain kesibukan Anda dalam menjalankan perusahaan, Anda memiliki banyak kegiatan di luar, bagaimana mengatur agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar?

Mengenai sukses, saya percaya orang bisa sukses kalau banyak mencoba lagi ketika gagal. We succeed because we try again when we fail. Yang terpenting adalah jangan membuat kesalahan yang sama dua kali. Manajemen waktu dan manajemen mindset juga merupakan hal yang sangat penting. Dalam setiap hal yang kita lakukan, kita harus melakukan yang terbaik, berharap yang terbaik dan harus siap bahwa semua tidak akan selalu berhasil. Kita juga harus pasrah. Pasrah bukan berarti tidak bekerja, pasrah berarti siap dengan kondisi yang sepenuhnya tidak diharapkan.

Pernahkah Anda mengambil keputusan yang keliru? Keputusan apakah itu dan bagaimana dampaknya?

Ceritanya sedikit memanjang ke beberapa tahun yang lalu saat saya berusia 12-13 tahun. Dari kecil sudah suka usaha, ketika sekolah di luar negeri saya mulai berbisnis kaos sablon dan menghasilkan. Sebelumnya saya melakukan bisnis sampul buku. Bisnis yang saya tekuni lancar terus sampai suatu saat saya rugi karena mencoba bisnis yang belum saya mengerti. Saat itu saya jualan tiket konser band Level 42, saya terlalu agresif. Saya bayar dulu baru jual walhasil tidak laku.

Tabungan selama ini langsung habis. Ini pelajaran bahwa dalam membuat keputusan kita harus bertanggung jawab dan rugi itu tidak enak. Jadi, keputusan selalu saja ada yang tidak enak, yang penting lakukan yang terbaik setelah mendengar berbagai masukkan. Be responsible, kalau belum berhasil jangan cari alasan tapi justru cari jalan untuk bangkit dan gunakan ini sebagai bagian dari pengalaman. Biasanya investor selalu lebih memilih orang yang terbuka dengan keberhasilan dan kegagalan mereka.

Saat krisis 1998 dan 2008, langkah apa yang Anda ambil untuk keluar dari krisis?

Pertama, kami harus terbuka dengan karyawan dan manajemen mengenai pandangan terhadap perekonomian dunia, Indonesia dan perusahaan agar mereka mengerti di mana posisi kita. Hal ini dapat membuat mereka merasa terbangkitkan, kembali lagi, mereka harus mengerti purpose dan passion perusahaan. Karena dalam masa krisis semangat tidak boleh hilang. Yang menarik, personil-personil terbaik datang dalam masa krisis. Saya juga bingung. Mereka beralasan bahwa merasa bisa belajar berbisnis justru dalam situasi krisis tersebut. Ada tantangan.

Setelah memberikan gambaran, kita harus fokus pada hal yang penting. Ketiga, sangat penting untuk menjalin komunikasi dan terbuka dengan stakeholder lainnya dan mereka sangat menghargai hal ini.

Jika ada perbedaan pendapat di antara staf, direktur karyawan bagaimana Anda mengatasi hal ini?

Intinya pemimpin harus mendengarkan berbagai pendapat. Syukur-syukur jika terbentuk konsensus. Yang dituju adalah keputusan yang dianggap benar oleh pemimpin tapi yang harus didukung oleh seluruh pihak. Kita harus mendengarkan dulu jika tidak bisa dicapai konsensus, maka pemimpin harus mengambil keputusan dan meminta seluruh pihak untuk mendukung.

Suka dan tidak suka itu proses. Yang paling berbahaya adalah membuat keputusan hanya untuk memastikan semua orang senang. Ini berbahaya karena bisa saja ini hanya merupakan euphoria sementara dan secara tak sadar kita berada di tepi jurang.

Apakah saat ini Anda merasa sudah sukses?

Ada satu tugas pemimpin yang lebih penting yaitu menyiapkan kader. Karena jika ingin menjadikan grup bisnis yang lebih besar seluruh personil yang terlibat harus “naik kelas.” Semua orang yang bekerja pasti menginginkan sebuah tantangan yang selalu bertambah. Mereka menginginkan aktualisasi diri, bukan hanya materi. Di tempat yang saya lakukan, konsep “naik kelas”  atau kaderisasi ini selalu berjalan. Konsep “One man show” tidak bagus.

Tantangan yang dihadapi oleh generasi ketiga Bakrie sepertinya lebih sulit, bagaimana mengatasi hal ini?

Satu yang selalu ditekankan, kita semua harus menjaga kesatuan karena tanpa kesatuan kita akan sulit untuk maju terus. Kedua, masing-masing harus diberikan ruang untuk berkreasi agar mempunyai jati diri sehingga kepemimpinan dan kebersamaan yang dicapai bukan yang berdasarkan pada senioritas tapi berdasarkan kontribusi. Kontribusi apa yang bisa diberikan oleh generasi ketiga bagi kesatuan dan kemajuan, kesejahteraan bisnis serta dapat memberikan manfaat apa pada publik.

Sebelum berkarier di Grup Bakrie, apakah harus berkarier di luar Grup Bakrie terlebih dahulu?

Tidak ada kewajiban tapi banyak yang memilih seperti itu. Pada dasanya kita bisa belajar dari sistem orang lain kemudian sistem yang bagus bisa diterapkan di sini.

Bagaimana Anda mempersepsikan pelanggan dan pesaing?

Singkatnya pelanggan yang bayar gaji kami dan pesaing yang membuat gaji kami lebih besar. Mereka bagian dari ekosistem perekonomian. Saya merasa pelanggan adalah segalanya. Kami harus memberikan mereka kepuasan dari waktu ke waktu supaya mereka senang dengan produk dan pelayanan kami. Pesaing juga penting karena mereka membuat kami lebih maju. Dalam skala yang lebih luas, kompetitor bisa menjadi bagian dari sukses kami untuk memperluas lahan. Contohnya, dulu ANTV dan TV One fokus pada general entertainment. Kemudian TV One baru diperbesar cakupanya menjadi news dan sports. Tanpa kompetitior kami tidak akan terpikir untuk memperluas lahan.

Kami bukan hanya mencapai market share tapi untuk membuat market share itu sendiri.

Bagaimana dengan rencana korporasi dalam beberapa waktu mendatang?

Pertama saya akan bicara mengenai industri telematika, saya melihat bahwa Indonesia tidak boleh menjadi tukang jahit tapi harus menjadi designer. Singkatnya Indonesia tidak bisa hanya menjadi pangsa pasar, kita harus membuat industri yang harus ada value added. Telematika harus menjadi industri yang  bisa menjadi enabler atau pemberdaya. Menariknya Indonesia memiliki kemampuan membeli [consumption habit] dan kepekaan teknologi pada saat yang bersamaan. Dan ini berbeda dengan di luar negeri. Artinya telematika diterima oleh seluruh kalangan.

Kami ingin fokus pada unit usaha service provider, infrastruktur, devices dan content khususnya user generated content. Untuk devices walaupun kami belum membentuk perusahaan, kami telah bekerja sama dengan vendor untuk produksi device. Saya ingin juga membantu pengusaha di bidang ini untuk bisa maju melalui program Nusantara Incubation Fund. Program ini bertujuan untuk membantu wirausaha dan merupakan pemerataan dari wealth creation.

Saya melihat akan terjadi konsolidasi kira-kira dalam satu setengah tahun karena tidak semua perusahaan tidak bisa berdiri sendiri-sendiri. Saya juga melihat bahwa seluruh pemain telekomunikasi pada akhirnya harus memutuskan akan bermain di sektor mana. Saya rasa jumlah operator telekomunikasi akan mengkerucut.

Apa yang Anda persiapkan menjelang pensiun dan apa yang akan Anda lakukan jika pensiun?

Saya selalu ingin meningkatkan daya saing Indonesia, khususnya adalah sumber daya manusia. Saya melihat hal ini bisa dilakukan di beberapa bidang yaitu di pelatihan dan kewirausahaan. Seperti diketahui saya sudah menjalankan Bakrie Foundation yang sudah bekerja sama dengan 13 universitas. Ini bukan siasat bisnis dan bagi penerima bantuan Bakrie Foundation. Tidak ada keharusan untuk bekerja dengan Grup Bakrie.

Saya juga ingin sekali memperkuat sekolah kejuruan di Indonesia serta memberikan motivasi untuk menjadi pengusaha.

Bagaimana menyeimbangkan bisnis dan keluarga?

Kalau tidak bisa memberikan kuantitas, kita harus memberikan kualitas. Kita harus mengerti mereka dan kesukaan dan minat mereka. Saya suka menghabiskan waktu dengan anak saya agar mereka bisa belajar sejarah. Kalau waktu bisa diulang saya ingin sekali mempelajari bidang ilmu Sejarah. Saya ingin menjadi sejarawan.

Siapa orang yang berperan dalam karier Anda?

Kakek, Paman, Bapak dan istri. Orang di sekeliling saya banyak yang berperan. Saya juga menyukai beberapa tokoh nasional dan internasional. Saya suka mempelajari pengalaman mereka, bagaimana mereka ke luar dari masalah, bagaimana mereka bisa maju dan membagi waktu.

Tokoh yang menginspirasi Anda?

Di bidang bisnis dalam konteks dunia, Bill Gates karena dia membuat industri yang memiliki value added, saya juga menyukai Presiden AS Barrack Obama dan Presiden pertama Indonesia Soekarno.

Apa obsesi Anda yang belum tercapai?

Saya ingin sekali punya waktu untuk belajar bahasa China, bahasa Jawa dan sejarah. Belajar Bahasa China karena China akan memiliki peranan penting dan kaya akan budaya. Bahasa Jawa karena ibu saya orang Jawa. Seaktu kecil saya bercita-cita untuk menjadi pilot karena saya suka membawa penumpang dan bisa menekan banyak tombol.

http://ciputraentrepreneurship.com/entrepreneur-mind.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pentingnya Penerapan GCG dalam Perusahaan

Perusahaan memainkan peranan penting dalam memberikan kontribusi pengembangan perekonomian melalui kegiatan produksi barang atau jasa dengan memperhatikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).

gcg_stategyGCG bukan slogan, tapi sesuatu yang menjiwai kegiatan perusahaan. Sesuatu yang harus diterapkan secara konsisten dan konsekuen. Tidak cukup menyatakan bahwa GCG telah diterapkan, hanya mengungkapkan bahwa perusahaan memiliki pedoman GCG dan memiliki komisaris independen, atau membentuk komite audit. Sebab, penerapan GCG tidak hanya ditandai dengan adanya struktur. Harus dimulai dari atas agar tidak berhenti sebatas slogan, direksi dan dewan komisaris sebagai manajemen puncak, harus memiliki komitmen penuh dalam implementasinya. Mereka harus menjadikan GCG benar-benar sebagai budaya yang hidup dan berlaku di perusahaan.

Pimpinan puncak dituntut selalu mengambil keputusan berdasarkan asas kepatuhan.  GCG telah menjadi kebutuhan perusahaan. Kalau tidak diterapkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan karena orientasi perusahaan di masa mendatang sudah stakeholder oriented. Artinya, berorientasi pada banyak stakeholder dan bukan pemegang saham saja. Sebab, menjalankan perusahaan itu juga memperhatikan bagaimana lingkungan, masyarakat, dan pemerintah.

GCG sendiri dibagi dalam tiga fase. Fase pertama itu biasanya dimulai dengan komitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip dasar GCG, di antaranya transparansi, akuntabilitas, responsibility, independensi, dan awareness. Untuk ke arah sana, perusahaan perlu membangun sebuah rambu-rambu dan sebagainya untuk memastikan bahwa yang namanya prinsip-prinsip dasar tadi bisa dihayati oleh perusahaan sehingga bisa menjadi kultur perusahaan. Pada fase kedua biasanya disebut dengan good governance company. Perusahaan itu memastikan bahwa apa yang direncanakan itu berjalan sesuai dengan target-target yang ditetapkan perusahaan. Pada fase ini, di antaranya ada internal control yang baik dan risk management.

Pada fase kedua ini lebih fokus pada perusahaan itu sendiri dengan membangun sistem yang memastikan bahwa apa yang direncanakan perusahaan itu. Sedangkan pada fase ketiga mengarah pada bisnis secara etika. Pada tahap ini ada yang namanya maximizing sustainable profit. Di fase ketiga ini tekanannya pada corporate social responsibility (CSR). Ketika menerapkan GCG, maka dalam mengejar profit perusahaan tidak hanya mencari nilainya, tapi juga caranya. Orientasi bukan hanya pada pemegang saham, tapi seluruh stakeholder. Berupaya untuk berbisnis secara beretika tanpa harus melanggar UU, moral, etika, dan sebagainya.

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=4

Posted in Uncategorized | Leave a comment

8 Kesalahan Saat Memulai Usaha

Bisnis kecil yang baru saja Anda buka membawa banyak harapan untuk meraih kesuksesan. Kata “kegagalan“ barangkali hanya terlintas sekali dua kali. Lagipula siapa, sih, yang mendambakan kegagalan? Padahal menghitung risiko kegagalan jauh lebih aman daripada tidak sama sekali. Hitung-hitung Anda mempunyai benteng pertahanan yang lebih kuat agar bisnis tak mundah runtuh.

Selain bersikap tak mau tahu tentang risiko kegagalan, apa saja, sih, yang membuat para wirausahawan gagal di bisnisnya? Berikut di antaranya.

Memulai dengan alasan keliru
Coba tanya diri sendiri, apa alasan Anda memulai bisnis sendiri? Menginginkan uang yang lebih banyak daripada penghasilan yang didapatkan saat ini? Waktu luang dengan keluarga yang lebih banyak ketimbang bekerja di perusahaan orang lain? Atau, Anda bosan diperintah? Jika Anda mengangguk pertanda setuju dengan alasan-alasan tadi, maka pikirkan kembali.

Anda mempunyai kesempatan yang lebih bagus untuk sukses di bisnis baru jika:
* Anda mempunyai passion atau kecintaan akan sesuatu yang Anda lakukan. Passion ini akan menggiring Anda untuk memiliki kemauan tingkat tinggi, kesabaran, dan perilaku yang positif.
* Kesuksesan juga akan terjadi ketika Anda percaya bahwa produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan Anda memang mempunyai peluang di pasarnya. Tentunya keyakinan ini didasarkan pada riset yang dilakukan secara profesional, bukan asumsi belaka.
* Fit secara fisik dan mental, sehingga Anda siap menyambut tantangan apapun yang menghampiri di masa depan.
* Ketika Anda gagal, Anda tak lantas mengibarkan bendera putih. Anda justru mencari tahu di mana letak kesalahannya, dan berupaya memperbaikinya.
* Anda bisa mengambil keputusan di saat yang genting, termasuk mengenal usaha Anda luar. Jadi jika sewaktu-waktu staf yang dibutuhkan sedang berhalangan, Anda tak kehilangan kendali. Malah, Anda bisa mengambil alih.

Buruknya manajemen
Kegagalan berbisnis yang dialami para pemula biasanya disebabkan buruknya manajemen. Para wirausahawan yang masih hijau memang cenderung meraba-raba area manajemen bisnis. Sebut saja rencana bisnis, keuangan, pembelian, penjualan, produksi, hingga perekrutan karyawan. Padahal hal-hal ini sangat diperlukan untuk membangun sebuah usaha menjadi lebih matang. Pengetahuan tentang manajemen juga dibutuhkan untuk menghindarkan Anda dari penipuan.

Untuk mengejar ketinggalan ini, Anda memang harus belajar dari nol. Mengais ilmu dari berbagai pelatihan manajemen bisnis yang kredibel atau bertukar pendapat dengan teman yang sudah lebih dulu terjun ke dunia wirausaha, bisa Anda lakukan.

Hal lain yang harus Anda ingat adalah manajemen juga berarti mengatur diri sendiri menjadi pemimpin yang sukses. Ia harus bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif sehingga pegawainya pun semangat bekerja. Pemimpin juga diwajibkan mampu berpikir strategis, berani menghadapi perubahan, dan mencari peluang baru yang lebih menguntungkan.

Modal yang kuat

Kesalahan terfatal pada wirausahawan pemula adalah modal yang tidak mencukupi. Seorang pemilik perusahaan, meski kecil, harus bisa menghitung berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai dan menghidupi usahanya, selama belum menghasilkan keuntungan yang terasa. Jadi, jangan dulu berkhayal akan mendapatkan keuntungan yang fantastis jika Anda baru memulai sebuah usaha.

Memilih lokasi
Kalimat bijak yang mengatakan bahwa lokasi menentukan prestasi memang benar adanya. Jika Anda mendirikan toko di lokasi yang strategis, meski banyak pesaing, namun setidaknya Anda masih bisa bertahan. Lain halnya dengan lokasi yang buruk, bisa-bisa mimpi menjadi wirausahawan gagal di awal jalan.

Nah, apa saja yang perlu diperhitungkan ketika memilih lokasi usaha?
* Pastikan pelanggan tak terhambat lalu lintas yang padat, mudah diakses, disertai area parkir, dan lampu jalan yang memadai.
* Pastikan kompetitor di sekeliling lokasi tak terlalu banyak sehingga peluang Anda masih terbuka lebar.
* Pastikan gedung atau ruangan yang disewa terjamin keamanannya.
* Carilah lokasi usaha yang memang mempunyai peluang pasar yang bagus. Anda bisa mengetahuinya dengan melakukan riset terhadap calon pelanggan yang berada di sana.

Kurang terencana
Semua orang yang sukses membangun usahanya dari nol pasti paham betul bahwa perencanaan matang dan kerja keras memegang peranan penting. Selain harus memperhitungkan segala kendala, perencanaan juga harus dibuat realistis, akurat, terkini, dan memperhitungkan target di masa depan.

Anda juga harus mencari tahu bagaimana cara mempromosikan barang atau jasa yang dijual perusahaan kecil Anda. Salah satu metode paling sederhana namun teruji adalah membuat business plan yang tersusun rapi.

Buru-buru ekspansi
Suatu hari tanpa diduga, usaha melesat sukses dan Anda memutuskan untuk meningkatkan produksi barang. Di saat yang sama, Anda lupa memperhitungkan kemampuan produksi. Sehingga pada akhirnya Anda kewalahan dan kehilangan pelanggan setia. Jadi, jika memang belum mampu untuk melakukan ekspansi, bersabar saja dulu. Karena bagaimanapun perkembangan usaha yang lambat tapi fokus lebih baik daripada terburu-buru tanpa kepastian.

Absen di dunia maya
Zaman sekarang masih malas untuk mempunyai situs atau akun jejaring sosial usaha Anda? Rasanya Anda harus segera mengubah pemikiran sempit ini. Apalagi pengguna internet semakin banyak. Malah online shopping makin digemari karena kepraktisannya. Mala, posisikan situs dan akun jejaring sosial adalah toko Anda di dunia maya.Luangkan waktu dan sisihkan biaya untuk membuat situs usaha Anda yang representatif. Sehingga siapapun di belahan dunia ini bisa mengetahui produk yang Anda jual. Peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari situs yang dimiliki juga bukan isapan jempol semata. Iklan-iklan mungil di situs juga bisa memberi penghasilan yang tak sedikit bagi pemilik situs. Aktifkan juga jejaring sosial Anda dan sesuai fungsinya, gunakan untuk berinteraksi para anggota laman Anda. Jangan ragu untuk memperbanyak promosi produk Anda di dunia maya.

Mengenal kompetitor
Di tengah banyaknya pesaing, langkah-langkah berikut harus Anda lakukan agar tak tergerus kompetisi. Pertama, menjadi pembeli untuk mengetahui keinginan pembeli. Caranya mudah, intip saja “toko sebelah” yang merupakan pesaing Anda. Dengan melakukan ini, setidaknya Anda tahu bagaimana cara para pesaing memasarkan produknya, harga yang dipasang, melayani pelanggan, sampai trik promosinya. Bukan untuk ditiru, ya! Justru Anda harus mencari celah lain agar toko Anda berbeda dan lebih menarik meski barang jualannya sama. Eksekusi yang matang dan berkonsep sudah pasti membuat orang-orang lebih tertarik.

Berjualan tak cukup jalan di tempat. Sesekali cobalah ikuti bazar. Pilihlah bazar dengan lokasi strategis yang sudah pasti dikunjungi banyak pengunjung. Bazar juga tak hanya berjualan, di event ini Anda bisa mengumpulkan jaringan yang lebih kuat sembari (lagi-lagi) melihat bagaimana para pesaing berjualan. Bukan tak mungkin, Anda menjadi lebih termotivasi untuk melakukan gebrakan-gebrakan bisnis yang baru, kan? Selain itu, rajin-rajinlah mengadakan promosi untuk menggaet pelanggan baru dan menyenangkan pelanggan lama. Misalnya, cukup dengan mengunggah foto pelanggan memakai baju muslim dari toko Anda di situs jejaring sosial, si pelanggan mendapatkan voucher diskon. (*/Kompas.com)

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=3

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pertahankan SDM Anda

Kemajuan sebuah bisnis tidak terlepas dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Sebagai pebisnis, Anda bukan hanya dituntut untuk handal mengelola sebuah produk dipasar, tapi juga handal mengelola SDM dalam bisnis Anda.

Beberapa perusahaan telah berhasil mengelola SDM mereka sehingga para karyawan bukan hanya puas akan gaji yang didapat, tapi juga puas karena merasa apa yang diinginkan dapat tercapai.

Susie Babanie, Group Managing Director, Human Resources ANZ Bank mengatakan, tidak sulit untuk mendapatkan talenta-talenta terbaik, namun sangat sulit mempertahankan orang-orang terbaik itu.

Untuk mempertahankan individu terbaik itu ANZ menanamkan kepada setiap karyawan akan betapa berartinya berkarier di bisnis mereka karena begitu banyak kesempatan yang dapat diperoleh. Pemilik bisnis harus memastikan setiap individu dapat mencari passion mereka di perusahaan Anda.

“Seorang karyawan ANZ di suatu negara bisa pindah ke negara lain untuk mengembangkan kariernya, lalu ia dapat kembali ke negara asalnya atau ke negara lainnya. Ia juga memperoleh kesempatan untuk pindah ke divisi lain, misalnya dari bagian ritel ke operasional atau ke divisi HR,” ujar Babanie kepadaMajalah SWA.

ANZ, menurut Babanie selalu memastikan kepuasan setiap karyawan puas kerja di tempatnya dengan menggunakan survei global tahunan. Survei tersebut bertujuan untuk mengetahui apa pendapat karyawan mengenai bekerja di ANZ.

“Hasil survey tersebut akan menjadi dasar bagi kami untuk melakukan perbaikan, mengubah hal-hal tertentu, dan juga mengembangkan kurikulum pelatihan,” ujarnya.

Hal yang sama dilakukan oleh Unilever. Produsen perlengkapan kebersihan ini juga selalu memastikan tiap individu di dalamnya mendapat kesempatan yang sama dalam mencoba hal-hal baru.

Untuk pengembangan profesionalisme, Unilever memiliki learning programmeyang komprehensif serta terus memupuk learning culture di perusahaan yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai hal di setiap kesempatan, baik melalui sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana karyawan dapat salingsharing pengetahuan, pengalaman, kisah sukses maupun kegagalan untuk pembelajaran rekan-rekannya. Untuk mendorong work-life balance, Unilever menyediakan berbagai sarana seperti fasilitas gym, klub olahraga untuk karyawan, nursery room, daycare centre menjelang Lebaran, aktivitas rohani dan sosial, dan lain-lain.

“Saya percaya bahwa mencapai posisi puncak sebagai pemimpin bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dengan cara instan,” ujar Maurits Lalisang, CEO PT Unilever Indonesia Tbk yang juga mengawali kariernya dari managementtrainee di divisi sales.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/183-hrd/15025-pertahankan-sdm-anda.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pemimpin Harus Terampil Sampaikan Pesan

Para pemimpin, entah itu manajer, entrepreneur, atau siapa pun yang merasa memikul tanggung jawab tersebut, harus berhati-hati saat menyampaikan isi kepala mereka kepada orang-orang yang ia pimpin.

Para pemimpin sering melupakan satu fakta penting, bahwa mereka terus menerus berada dalam sebuah ruang tertutup dan bahwa para karyawan mencoba untuk membedah makna dari apapun yang pemimpin mereka sampaikan , bukan hanya apa yang mereka sampaikan.

Seorang pemimpin harus memberikan teladan sikap maupun perilaku yang ia inginkan untuk ditunjukkan para pegawainya. Intinya, ia harus bersikap sebagai seorang panutan. Seorang pemimpin yang piawai menggunakannya sebagai suatu alat untuk menyampaikan pesan yang ada dalam benaknya. Bahkan sebuah tindakan simbolis bisa digunakan untuk mengingatkan orang mengenai apa yang diharapkan seseorang (dalam hal ini pemimpin) dari dirinya (baca: orang yang dipimpin).

Tidak ada yang lebih menghancurkan bagi kredibilitas seorang pemimpin daripada saat ia menginginkan stafnya bersikap atau berbuat sesuatu tetapi dirinya sendiri tidak melakukannya.

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/177-manajemen/14928-pemimpin-harus-terampil-sampaikan-pesan-.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Atasi Tekanan Keuangan di Bisnis Anda

Anda dapat mengubah tekanan keuangan menjadi sebuah keberhasilan bisnis dengan cara memanfaatkan ketrampilan manajemen bisnis, waktu, dan keuangan yang baik. Dengan bertetap menjadi realistis dan menerapkan teknik-teknik perencanaan yang tepat Anda dapat mengambil kendali situasi bisnis Anda sebelum menjadi tidak terkendali. Kelola dengan bijak tekanan keuangan bisnis kecil menengah Anda dan amati perusahaan Anda berkembang.

Pertama-tama, berikanlah deskripsi yang nyata. Ketahui di mana posisi bisnis Anda berada dalam hal keuangan. Lihatlah aset Anda, kewajiban, keuntungan, serta utang-utang Anda. Susunlah sebuah anggaran yang dapat memberikan Anda gambaran nyata mengenai aliran uang yang masuk dan keluar dari usaha Anda. Setelah Anda dapat mengetahui dengan pasti dibelanjakan untuk apa saja uang Anda, Anda sekarang dapat mengatur strategi untuk mengurangi uang yang dihabiskan untuk itu sehingga keuangan Anda kembali membaik.

Berikutnya, cobalah untuk mengevaluasi kembali tujuan-tujuan jangka pendek dan jangka panjang Anda. Tetapkan tujuan yang realistis dan dapat direalisasikan dalam jangka waktu tertentu. Tujuan jangka panjang Anda menentukan di mana posisi mana Anda menginginkan perusahaan Anda berada. Gunakan tujuan-tujuan jangka pendek untuk mencapai tujuan jangka panjang secara bertahap, yang sebenarnya apat meminimalkan tekanan. Membagi-baginya menjadi beberapa tujuan yang lebih pendek juga dapat mengurangi tekanan karena Anda dapat berfokus pada tugas-tugas yang tidak terlalu memberatkan untuk meraih tujuan jangka panjang Anda.

Selanjutnya, amati staf Anda. Pastikan mereka adalah pemain tim yang akan membantu Anda mencetak keuntungan dan bukannya menghabiskan waktu atau dana perusahaan. Anda bisa saja merumahkan seorang staf yang tidak memberikan keuntungan tetapi lebih banyak memberikan masalah dan beban bagi perusahaan dan kemudian mempekerjakan staf yang baru. Anda bisa mencetak keuntungan yang lebih besar dengan pemain baru dalam tim.

Setelah itu, pertimbangkanlah untuk menyewa seorang penasihat atau konsultan yang bisa memberikan Anda bimbingan. Konsultan ini biasanya adalah seorang ahli yang berpengalaman di bidangnya, bukan hanya secara teoretis tetapi juga praktis. Seorang akuntan dapat mempelajari pembukuan Anda dengan objektif dan mengatakan pada Anda di pos mana saja Anda bisa menghemat dana. Temuilah seorang perencana keuangan jika Anda hendak mengetahui bagaimana meningkatkan keuntungan serta investasi.

Kemudian, perkaya wawasan Anda tentang masalah keuangan dan temukan pemecahan untuk problem keuangan yang sedang Anda hadapi. Datangilah seminar yang berkaitan dengan bisnis kecil dan ketahui bagaimana pemilik bisnis kecil lainnya menangani dan menyelesaikan permasalahan keuangan mereka.

Akhirnya, jangan lupa untuk selalu memasarkan bisnis Anda. Anda harus memastikan bahwa bisnis yang Anda jalankan tetap berprospek cerah meski sekarang Anda sudah punya banyak pelanggan. Dengan melakukan hal itu, Anda tidak harus kehilangan pendapatan.Rencanakan jauh-jauh hari dan tingkat tekanan yang harus dihadapi akan menjadi lebih rendah.

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=2

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pelanggan yang Datang karena Harga Bukan Pelanggan Setia

Pelanggan yang datang karena ada diskon hampir bisa dipastikan bukan jenis pelanggan yang setia. Jenis pelanggan ini bisa memberikan Anda arus kas yang lumayan tetapi biaya tersembunyi yang ada dibaliknya bisa jadi membuat bisnis Anda akan bermasalah dalam jangka panjang.

Anda tidak bisa membangun sebuah hubungan dengan pembeli yang memburu diskon. Mengapa? Karena mereka ini membeli produk/ jasa Anda bukan karena Anda atau kualitas produk/ jasa Anda. Mereka datang karena harga yang murah. Begitu seseorang menawarkan harga yang lebih murah dari Anda, mereka segera akan hilang dan berpindah.

Jangan mematok harga yang terlalu murah hanya untuk menarik pembeli atau menggenjot penjualan dalam jangka pendek. Anda juga harus pikirkan bagaimana pelanggan sejati, yang menghargai nilai sebenarnya produk atau jasa Anda tanpa memikirkan harga secara berlebihan, bisa datang.

Sebagian besar praktisi pemasaran tidak begitu peka terhadap harga. Pelanggan lebih merasa mudah untuk memberitahukan Anda bahwa harganya terlalu tinggi daripada berkata pada Anda produk/ jasa Anda tidak terlalu memuaskan. Penetapan harga yang kurang sesuai sering menjadi alasan tetapi jarang sekali menjadi pencetus sebenarnya. (*/Akhlis)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/53-pelayanan-konsumen/14925-pelanggan-yang-datang-karena-harga-bukan-pelanggan-setia.html

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Jangan Sampai Sulit Dijangkau

Sangat mudah bagi entrepreneur yang memiliki bisnis untuk kehilangan pemahaman atas apa yang sedang dibutuhkan oleh konsumennya saat ia terperangkap dalam rutinitas harian yang melelahkan untuk membangun dan memajukan bisnis.

Lalu apa yang harus lakukan? Untuk mecegah hal itu terjadi, disarankan Anda harus berbicara dengan setidaknya satu orang konsumen setiap hari. Manfaatkanlah setiap peluang untuk bisa bercakap-cakap dengan mereka yang menjadi konsumen produk atau jasa Anda.

Jika Anda tak bisa menemui mereka secara tatap muka karena terbatasnya kesempatan, maka sekaranglah saatnya untuk meluangkan waktu Anda. Tak ada yang bisa membuat Anda menjadi entrepreneur yang rendah hati dan sukses daripada bertemu dengan para konsumen secara teratur dan mendengar perkataan jujur mereka.

http://ciputraentrepreneurship.com/amankan-bisnis.html?start=1

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Cara Praktis agar Profit Bisnis Berkembang

Bisnis yang sudah Anda bangun perlu terus dikembangkan, dengan menumbuhkan prospek usaha dan menaikkan profit. Prijono Nugroho, Mentor ActionCoach, menyebutkan terdapat lima nadi untuk menumbuh kembangkan bisnis dan profit Anda.

1. Jumlah prospek
Anda perlu menjalankan strategi untuk mendatangkan prospek. Prijono menjelaskan langkah-langkah praktisnya. Mulai membuka jam operasional lebih panjang. Selain itu lakukan juga kerjasama strategis dengan bidang usaha lain yang terkait. Sebagai pemilik bisnis, Anda tetap perlu menjaga relasi, lakukanlah networking yang bisa memperluas hubungan Anda. Salah satunya dengan mengikuti berbagai seminar yang bisa mempertemukan Anda dengan pasar. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan prospek adalah melakukan program marketing melalui berbagai fasilitas yang ada, seperti telepon, surat, referal terstruktur, tulis ulang iklan, membuat stiker, brosur, bahkan manfaat juga majalah dinding di sekolah jika produknya sesuai segmen pasar.

“Buatlah juga kartu nama dan pasanglah juga iklan di internet agar semakin banyak prospek yang terjaring,” kata Prijono dalam seminar wirausaha diadakan oleh Indonesia Business Link beberapa waktu lalu di Jakarta.

Perluas juga teritori usaha dengan membuka cabang baru atau pindah tempat usaha ke lokasi yang lebih strategis juga bisa menjadi cara menggaet prospek.
2. Tingkat konversi
Langkah selanjutnya adalah menjadikan prospek tadi menjadi pelanggan. Secara internal, ada beberapa hal yang perlu Anda persiapkan, seperti:
* Tentukan target penjualan
* Buatkan naskah penjualan atau surat penawaran
* Buatlah daftar keunikan produk barang atau jasa yang Anda tawarkan
* Buatlah garansi tertulis
* Buatlah kartu keanggotaan

Setelah melakukan persiapan ini, lakukan edukasi untuk memberikan nilai dari produk barang atau jasa Anda. Fokuslah pada nilai bukan pada harga, termasuk proses produksi dan cara kerja Anda. Berikan contoh jangan sekadar berteori. Lalu, mintalah prospek Anda untuk membeli produk yang Anda tawarkan. Setelahnya, buat testimoni dari pelanggan Anda untuk kebutuhan marketing dan promosi.

3. Jumlah transaksi
Setelah berhasil menggaet pelanggan, misi selanjutnya untuk meningkatkan bisnis dan profit Anda adalah menaikkan jumlah transaksi. Caranya:
* Buat pelanggan merasa spesial dengan memberikan lebih daripada yang dijanjikan atau hadiah pada kunjungan berikutnya. Pelayanan Anda juga menentukan kepuasan pelanggan.
* Ciptakan sistem untuk mengingatkan pelanggan, tentang masa promosi dan lainnya yang berhubungan dengan produk Anda.
* Buat database pelanggan yang rapi dan lengkap.

4. Rata-rata penjualan
Jika jumlah transaksi semakin meningkat, saatnya upgrade penjualan. Untuk menaikkan rata-rata penjualan, tak perlu ragu menaikkan harga jual. Di sinilah saatnya Anda sebagai pemilik mulai mendelegasikan tugas penjualan kepada orang yang Anda percaya. Porsi pemilik usaha lebih kepada mengatur sistem pembelian dan mempercantik penampilan usaha Anda.

Cara praktis meningkatkan penjualan di antaranya:
* Berikan bonus untuk jumlah pembelian tertentu.
* Permudah pembayaran, dengan sistem debit atau kartu kredit misalnya. Ini artinya bisnis Anda harus sudah membangun afiliasi dengan pihak bank.
* Jual sistem grosir atau program beli 3 gratis satu.

5. Margin
Menaikkan margin akan memberikan keuntungan lebih tinggi bagi usaha Anda. Caranya:
* Fokus dan jual lebih banyak sejumlah produk yang marginnya tinggi.
* Mulailah fokus pada segmen pasar kelas atas dengan daya beli lebih tinggi.
* Hanya menerima pembayaran tunai.

“Untuk mendapatkan margin lebih besar juga bisa dilakukan dengan membatasi pengeluaran. Buatlah budget pengeluaran dan kurangi biaya lembur,” tandas Prijono. (*/ Kompas Female)

http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/175-penjualan-dan-pemasaran/14877-cara-praktis-agar-profit-bisnis-berkembang.html

Posted in Uncategorized | Leave a comment